Perang melawan Coronavirus Disease 2019 masih berlanjut sampai saat ini.
Terlebih ketika diumumkan masuk ke Indonesia pada awal Maret 2020.
Kepanikan dan keresahan kini sangat merajalela.
Salah satu yang disosialisasikan pemerintah adalah perlunya dilakukan Social Distancing atau tindakan mengurangi kontak dengan orang lain dan menghindari kegiatan di keramaian.
Anak-anak sekolah pun diberikan tugas untuk dikerjakan dirumah selama 14 hari.
Karyawan pun ada yang diliburkan atau bekerja dirumah, tapi tidak untuk karyawan yang bekerja di fasilitas publik atau yang bekerja sebagai tenaga medis.
Tempat wisata dan keramaian lainnya pun banyak yang ditutup, bahkan mall pun berkurang jam operasionalnya .
Namun, apakah maksud dari social distancing sudah dipahami oleh semua orang?
Jika ya, mungkin tidak akan banyak lagi kendaraan yang membuat padatnya jalanan.
Apakah ini membantu mengurangi penyebaran covid-19?
Tentu ya, jika kita melakukan himbauan pemerintah untuk mengurangi aktivitas di luar rumah.
Apa ini membantu pekerja yang harus tetap keluar rumah? Yang tidak bisa melakukan pekerjaannya didalam rumah?
Driver online misalnya.
Tentu tidak, mereka tidak bisa hanya bekerja didalam rumah.
Tidak akan ada penghasilan yang mereka dapatkan. Begitupun pekerjaan lain yang tidak bisa dikerjakan didalam rumah.
Lekas sembuh yaaa bumi..
Kami sedih ketika orang lain membatasi jarak satu sama lain, bahkan untuk berjabat tanganpun enggan.
Kami sangat sedih ketika harus bersujud tanpa sejadah di tempat ibadah kami.
Kami sedih ketika sholat berjamaah ditiadakan.
Bahkan lebih sedih ketika tempat beribadah pun harus ditutup demi mengurangi penularan.
Lekas sembuh yaaa bumi..
Kami ingin semua kembali normal
Kami ingin beribadah dengan tenang
Kami ingin bekerja dengan tenang
Wahai covid-19 pergilah keasalmu atau musnahlah..
Kami tetap ingin ramadhan yang akan segera tiba kami sambut dengan semangat dan keceriaan.
Kami tetap ingin tarawih berjalan dengan lancar.
Kami tetap ingin pasar ramadhan yang selalu dipenuhi keramaian menjelang berbuka.
Kami ingin menyamput hari raya dengan suci dan tanpa kegelisahan.
Semoga bumi kembali pulih dan semua kembali normal.
Aamiin.
Salam,
Penghuni Bumi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar