Jumat, 25 Oktober 2019

Berbagilah, Tapi Jangan Menyinggung

Bakat menulis seseorang kini sudah lebih mudah dikembangkan dengan perkembangan zaman. 
Seperti dengan sosial media misalnya. 

Dengan menulis dan membagikannya untuk konsumsi publik,  kini tulisan sesingkat apapun bisa dengan mudah terbaca oleh banyak orang. 

Namun sayangnya,  tidak semua tulisan bertujuan baik. 
Tidak sedikit orang membagikan tulisannya untuk tujuan menyindir atau menyinggung orang lain yang kurang disukainya. 

Tidak sedikit juga pertengkaran terjadi karena ketersinggungan itu membuat suatu pertengkaran, yang pada akhirnya membuat suasana tidak harmonis lagi. 

Mungkin dengan membagikan tulisan seperti itu memberikan kepuasan karena dapat meluapkan apa yang ada di pikiran. 

Ingatlah,  kamu,  aku,  dan kita bukanlah pemilik hati bagaikan malaikat. 
Seberapa kesal hati, lebih baik tidak untuk berbagi tulisan dengan tujuan menyingggung orang lain walau atas dasar tidak suka atau benci.

Tahukah kita? Bahwa dampaknya itu bisa melukai orang lain lebih banyak selain dari orang yang memang ditujukan untuk disinggung.

Karakter seseorang bisa dilihat dari apa yang dia bagikan, memang orang membagikan sesuatu tentang ibadah dan kebaikan bukan berarti dia sudah baik, tapi orang yang membagikan kebaikan walaupun dia belum menjadi orang baik, itu lebih baik, dibandingkan orang yang membagikan suatu keburukan untuk dikonsumsi publik.

Mirisnya, jika orang terdekat dengan kita yang kita tidak mengerti mengapa dia bisa membagikan postingan seakan kita ini buruk.
What? Itu artinya ketika kita sudah mencoba memberikan yang terbaik, pertolongan terbaik, ketulusan terbaik tetap saja akan ada pandangan dan penilaian buruk dari orang lain.

Sudah.. Biarlah..
Berkaca dengan diri sendiri, sebaik apapun orang lain terhadap kita..
Akan tetap ada kekesalan dan kekecewaan kita kepada orang tersebut

Sebaliknya..
Sekeras apapun kita sudah mencoba berbuat baik kepada orang lain, tetap akan ada apa yang menjadi keburukan kita yang membuat orang lain kesal atau kecewa.

Dari situ, lebih baik aku, kamu dan kita lebih bijak dan belajar untuk berhenti membagikan tulisan sesingkat apapun yang bertujuan menyinggung atau merasa diri sendiri paling benar.

Kembangkan keahlian menulis kamu, aku dan kita untuk menulis sesuatu yang positif atau baik untuk dikonsumsi publik.


Yuuukkkk ?