Minggu, 21 Juli 2019

Aku Tidak Manja~


Hai Angin,
Begitu hebatnya kamu yang tak pernah lelah untuk memberikan hembusan setiap waktu..

Tak heran..
Jika aku dan makhluk lainnya pun tak bisa hidup tanpa hembusan yang kau tiupkan itu..

Bagaimana dengan kamu Matahari?
Tak pernah lelah juga kamu terbit dari waktu fajar demi memberikan penyinaran untuk semua orang..

Tak heran..
Semua orang sangat bergantung dengan kehadiranmu wahai Matahari..

Eh ada Bulan..
Semangat yaaa karena shift kamu sudah dimulai..  Hihi
Terima kasih karena selalu sudi untuk bergantian menyinari langit ketika Matahari tengah beristirahat..

Kamu kah yang berkelip diatas sana wahai Bintang?
Wah..
Beruntungnya Bulan tidak sendirian dalam kegelapan malam..

Angin..
Matahari..
Bulan..
Bintang..
Jangan pernah lelah yaaa untuk mencintai semua orang dengan peran kalian 💛

***

Huuuu...
Huu...
Hu...
Hembusan angin malam terdengar begitu kencang,
Kini sudah akan berganti hari..
Namun mataku masih belum bisa terpejam..

Tangan dan hati tergerak untuk menuliskan susunan kalimat yang muncul didalam hati..

Terlintas didalam pikiran tentang apa dan bagaimana penilaian seseorang tentang sikap dan perlakuanku..

Dekat dengan kedua orang tua terlebih Mama,  membuat sebagian besar orang disekitar menyebutkan bahwa aku manja..

Jika mengingat apa yang aku lakukan dengan rutinitas ku dirumah..

Mungkin aku memang kekanak-kanakan,merasa masih kecil dan tidak bisa jauh dari Mama..

Semua cerita harianku pasti kubagi dengannya..
Suka maupun duka..
Dan masalah apapun itu..
***

Mama..
Adalah sesosok malaikat tak bersayap yang memperlakukanku begitu lembut dan sabar..

Merawat dan membersarkanku tanpa lelah dan tanpa mengurangi kasih sayangnya hingga aku beranjak dewasa seperti saat ini..

Dia tak pernah memandang berapa umurku,  yang jelas dimata dia aku adalah anaknya yang membutuhkan dia..

Perlakuannya bahkan bisa sama persis dilakukan seperti halnya aku masih kecil 😅

Jika kebanyakan orang merasakan suapan terakhir itu saat masih kecil..

Tidak denganku..
Bahkan sampai sudah kerja pun tangan mama masih selalu berjuang menyuapkan makanan agar anaknya ini cepat makan..

Sering kali aku tidak pernah pergi kemana pun demi bisa seharian dirumah bersamanya..

Atau bahkan membatalkan janji bersama teman dan memilih pergi bersama Mama sering aku lakukan..

Entahlah..
Seperti cintanya yang begitu besar padaku, aku juga mencintainya sangat dalam 💛

Mencintai perlakukannya yang tidak pernah berubah dari dulu hingga kini walau aku sudah beranjak dewasa..

Apakah ini yang dinamakan manja?

M a n j a..
Lima huruf ini yang membuat mataku terbuka lebar untuk bergerak jauh..
Tidak hanya berjalan ditempat yang sama..

Jika sebelumnya aku tidak pernah bisa meninggalkan rumah dengan waktu lama, kiniii waktu yang lama bisa aku tempuh..

Jika sebelumnya aku pergi kerja disiapkan makanan untuk bekal, kini aku harus membeli atau bahkan memasaknya sendiri..

Jika sebelumnya sakit itu terasa ringan karena hadirnya kasih sayang Mama yang merawat,  kini ketika sakit aku hanya bisa memendam rapat agar Mama tidak pernah tau..

Jika sebelumnya setiap keluhan terdengar begitu sering ditelinganya,  kini aku bisa bertahan untuk tidak mengeluhkan apapun dengannya..

Jika sebelumnya sedihku akan kubagi dengannya,  kini aku lebih memilih tidak menelponnya seharian atau berpura pura tertawa agar tidak terlihat murung..

Jika sebelumnya setiap pulang selalu ada yang menunggu dan membukakan pintu, kemudian dengan nada halusnya berkata "Mama khawatir,  mandi,  sholat, terus mau makan apa? "
Kini suara halus itu belum kudengar lagi..

Dibalik banyaknya "Jika" bukan berarti aku dimanja,  tidak tidak 😂
Karena aku pun dibesarkan dari keluarga sederhana,  namun dengan didikan yang luar biasa.

Dimana pun ituu,  aku tetaplah pejuang dan pemimpi!

Salam Penikmat Sendu 😊

Senin, 15 Juli 2019

Sulitnya Menilai hati~

Siapa yang bisa menilai hati seseorang?
Tentu orang lain tidak bisa menilai hati orang lain kan?

Apa yang keluar dan dirasa dari hati memang tak bisa diketahui orang lain begitu saja..

Tapi..
Bisakah kita menilai isi hati diri sendiri?
Bagaikan mudah bukan,  karena kita sendiri yang menciptakan perasaan itu wujud dalam hati.

Namun pernahkan kamu merasa sulit mengenali isi hati sendiri?
Bagaikan tak bisa ditebak jalannya hati mengalir ke arah mana..
Bagaikan tak bisa ditembus ada apaa saja yang ada didalam hati..
Bagaikan tak bisa membedakan mana rasa dan mana asa..

Yaaa..
Begitulah kurang lebih yang kini hati rasakan..
Merasa peduli dengan sesorang tapi ada atau tidak adanya dia terasa sama saja..
Merasa tidak mau kehilangan tapi cepat bosan dengan rutinitas setiap hari yang hanya bertatap muka via video call..
Merasa tidak mau terlalu jauh mendalami peran sebagai kekasih..

Apaaa ini jenuh?
Apaaa ini bosan?
Atauuu..
Hanya soal waktu yang membuat hati bagai mati tak berasa?



Sebut saja Headache Manja~

Rasanya rambut tertarik sangat kencang sekencang-kencangnya..

Rasanya bagai ada yang memukul-mukul kepalaa dengan kuat.

Terkadang dia pukul sebelah kanan,  namun terkadang dia pukul disebelah kiri.
Bahkan keseluruhan sampai kepala terasa berat!

Ah headache...
Kenapa mengganggu?
Mengganggu aktivas harian,
Mengganggu ketenangan,
Mengganggu kenyamanan,
Mengganggu rambut yg sudah terisisir rapih karena terenggut oleh jari saat kau terasa!

First day dengan cara mu sungguh tidak romantis,  menekan terlalu berat dikepala dan membuatku sulit menelan makan karena terasa mual..

Second day kamu mulai manis,  karena tidak membuat ku sulit menelan makanan,  mual pun tidak ada..
Tapii kamu membuat ku berputar-putar sampai tak tahu apa yang terjadi dan apa yang kupikirkan..

Third day kamu sangat halus..
Tak begitu terasa bahkan sampai aku lupa rasanya kepala terpukul pukul itu bagaimana..

Fourth day mungkin kamu mulai bosan dan meninggalkanku,  karena rasa sakit itu tidak kamu berikan lagi begitupun dengan fifth day..

Nah?
Whyyyyyy?
Sixth day kamu muncul lagi dan membawa sakit yang samaaa 🙄

Ohh Headache..
Stop yaaa PDKT nya sampai disini saja~