Terbaring sudah aku diatas ranjang menghadap jendela tanpa terpejam..
Malam ini,
Bagaikan malam-malam sendu sebelumnya, aku hanya ingin diam dan meratapi apa yang terjadi..
Aku,
Si pemikir dan perasa panjang..
Aku,
Yang akan lemah jika telah goyah..
Aku,
Yang akan merasa jauh lebih kecewa jika mengecewakan orang lain..
Aku,
Yang akan lebih tersakiti dengan diamnya orang lain..
Aku,
Yang akan menangis meratapi apa yang terjadi..
Aku,
Yang akan sangat merasa terpukul jika apa yang seharusnya tidak terjadi telah terjadi..
Aku,
Si pemikir dan perasa yang kini tengah melemah..
Mengapa hati bisa menilai diri sangat buruk dan merasa tidak berguna?
Bukankah pensil atau pena berwarna putih pun masih berguna jika dilukiskan pada lembaran kertas hitam?
Ah sudahlah..
Seketika pikiran Aku bercabang,
"Bukankah kita tidak akan selalu diatas ataupun dibawah?
Kadang kala ujian memang sengaja Sang Pencipta kirim, supaya penerima ujian lebih kuat bukan? " Aku tengah berpikir~
Aku,
Mencoba menarik nafas dalam tangisan yang menyayat hati..
Aku,
Berharap bisa keluar dari perasaan seperti ini..
Aku,
Hanya ingin memberi tahu bahwa..
Aku,
Mungkin adalah orang yang yang mudah meneteskan air mata..
Tapi, tidak sembarangan air mata Aku keluarkan..
Melainkan..
Sesuatu hal terlalu amat Aku pikirkan,bahkan dengan mengesampingkan diri sendiri sekalipun, sehingga air mata itu akan selalu mengalir dengan sendirinya
***
Musik bernada lambat dengan lirik yang menyayat hati kini Aku putar..
Kini musik itu membawa Aku berimajinasi sedang dalam pelukan kedua orang tua yang jauh disana..
Air mata tak henti mengalir..
Kini, rindu juga membuat Aku sesak..
***
Hati sesak, mata lelah..
Hanya kepada malam dan dalam kidung do'a Aku panjatkan..
Berharap, keluar dari perasaan merasa diri tidak berguna..
Berharap, ada orang yang dengan motivasinya bisa membantu mengeluarkan hati dari perasaan yang menyiksa..
Berharap, agar tetap dalam keimanan walau seterpuruk apapun itu..
Aamiin..
-Salam Penikmat Sendu-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar