Gelap sudah.
Kini malam menyelimuti hariku.
Dingin yang menusuk hati kedalam bagiannya yang paling dalam.
Sesak..
Tidak ada ruang untuk bernafas lega.
Wahai angin..
Mengapa kali ini kau berhembus begitu kencang?
Wahai bulan..
Mengapa kali ini kau tak menampakkan sinarmu yang sangat terang?
Wahai bintang..
Tak kah kau menghiasi langit seindah kemarin?
Apakah benda langit seperti kalian tengah merasakan luka juga?
Seperti aku..
Seseorang yang terluka malam ini, terluka karena orang yang disayanginya tengah terbaring sakit.
Sakit fisiknya, sakit hatinyaa karena selalu merindukan dan membayangkanku ada disampingnya.
Wahai malam..
Dosakah aku?
Setidak berdaya inikah aku?
Atau mungkin hanya perasaan ku saja yang terlalu lemah?
Jujur, aku merasakan waktu begitu cepat berlalu hari demi hari.
Namun..
Baru aku sadari ternyata waktu demi waktu terasa sangat lamban dirasakannya tanpa kehadiranku.
Bolehkah aku berasumsi untuk ini?
Berasumsi bahwa Ia hanya terlihat kuat dan tegar sama bertatap jauh melalui handphone karena tak mau anaknya merasa gelisah dan khawatir.
Ingin rasanya berteriak, kencang dan terdengar kesana seakan aku berada disana secara nyata.
Ternyata!
Kita melakukan hal yang sama. Aku dengan caraku menyembunyikan apa yang menjadi lukaku padanya, begitupun yang Ia lakukan.
Kasih Mama sepanjang masa.
Tidak ada Cinta lain yang menandinginya.
I MISS U SO MUCH. 😭
Tidak ada komentar:
Posting Komentar