Kamis, 14 Juli 2016

Titipan Rindu

Senja...
Tolong jangan biarkan aku terlelap dalam kesedihan.
Kesedihan karena merasakan hilangnya kehadiran seseorang itu sangat menyiksa.
Senja...
Mengapa jalannya jadi harus begini?
Aku seperti orang yang tak tentu arah memikirkan seseorang yang mungkin tidak memikirkanku.
Senja...
Kutulis puisi ini karena aku percaya hati ku akan sedikit lega dengan mengeluarkan air mata dalam setiap kata demi kata yang aku rangkai.
Senja...
Jelaskan padaku apa yang sebenarnya aku rasakan?
Apakah aku kecewa? Apakah aku salah?
Senja...
Mungkinkah aku kecewa? Atau mungkinkah aku salah karena aku telah terlalu jauh memberikan perasaan yang seharusnya aku pastikan terlebih dahulu untuk siapa hatinya berlabuh?
Senja...
Hatiku tidak salah kan?
Senja...
Aku terlihat kecewa, tapi aku tidak pernah menyesal dengan semua perasaan ini.
Aku hanya bisa tersenyum dihadapan orang banyak, terlihat begitu ceria untuk menutupi semua sakit yang aku rasakan.
Senja...
Kutitip rindu untuk seseorang yang namanya selalu hadir sebagai salah satu bagian yang ada dalam do'aku.
Senja...
Bantu aku untuk kuat, bantu aku untuk bangkit, dan bantu aku untuk berhenti merasakan rasa sakit.
Senja...
Untuk saat ini, biarlah begini.
Mungkin rasa itu masih ada dalam hatiku, tapi rasa yang ada dalam hatinya apakah masih ada?

Syukron untuk kehadirannya~
Assalammu'alaikum...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar